Assalamu’alaikum
sahabat muslimah ku semuanyaa…
Kaifa haluk
??
Menyangkut
pertanyaan judul diatas kira – kira ada yang tau jawabannya tidak ??
Sebenarnya
jawaban.Nya tidak lah rumit.. . Singkat cerita..
Pada kala itu ada 2 orang akhwat. Mereka
ssaling bersahabat sebut saja nama.nya Tata dan Rara..
Si Tata
adalah anak yang sangat religious sedangkan si Rara adalah gadis yang biasa –
biasa saja.. Singkat Dialog ..
Rara : “ Ta, Boleh aku tanya sesuatu ? “
Tata : iya Ra.. Tafadol…
( silahkan )
Rara : “ Pernah kamu merasakan jatuh cinta ? “
Tata : Hati Tata sontak terenyut dan dalam hati ia
bertanya pada diri sendiri.. ( “ apakah aku pernah jatuh cinta ?”)
ia pun dengan nada lembutnya menjawab.. karena ia juga tidak ingin berbohong kepada sahabat.nya,,
“ masyaAllah.. insyaallah pernah Ra .. !! Memangnya kenapa Ra ? “
ia pun dengan nada lembutnya menjawab.. karena ia juga tidak ingin berbohong kepada sahabat.nya,,
“ masyaAllah.. insyaallah pernah Ra .. !! Memangnya kenapa Ra ? “
Rara :
Sama ikhwan ? iya gpp ta.. aku menilai kamu adalah akhwat yang begitu
religious.. jangankan untuk memikirkan seorang ikhwan.. memikirkan duniapun
engkau tak begitu peduli..
Tata : “
Jatuh Cinta kan adalah fitrah setiap manusia ra,, Namun yang akurasakan ini
bukanlah cinta apa.. lebih tepat.nya hanyalah mengaggumi.. ya hanya sebatas
rasa kagum saja !!
Rara : “ Maksut.nya ????? “
Tata : “
Maksutnya begini.. hakikat cinta paling tinggi hanyalah kepada Allah.. Kepada
Nabi saja kita tidak boleh berlebihan apalagi kepada Umat.Nya ?? Berbaik
sangkalah kepada ketentuan Allah.. Allah telah menuliskan siapa imam kita
kelak.. dan pasangan kita kelak juga adalah cermin diri kita.. ?? “
Rara : “
Subhanallah.. . Jadi begitu ya islam menjelaskan tentang hakikat cinta ..
terimakasih atas ilmu yang kau sampaikan Ta.. kini aku menjadi tau.. bagaimana
kita bisa memanage rasa saying kita sebagai seorang akhwat . “
Tata : Iya Ra.. Sama –
sama… Barakallah yaa.. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar